November 18, 2011

Kisah Pembawa Ember dan Pembuat Pipa (2)


Bruno yang punya penghasilan dua kali lipat dibandingkan pablo, hampir setiap saat membangga-banggakan barang baru yang berhasil dibelinya. Dia juga selalu mengatakan Pablo bodoh, karena telah meninggalkan pekerjaan yang jelas-jelas menghasilkan banyak uang itu. Bruno juga telah berhasil membeli seekor sapi, dia juga sering terlihat untuk makan diwarung-warung sehingga orang desa pun memanggilnya Mr.Bruno!

Mereka selalu menyambutnya kemanapun ia pergi, Bruno pun tak segan-segan mentraktir para penyambutnya ini dengan minum-minum di Bar.


TINDAKAN-TINDAKAN KECIL Dengan HASIL BESAR


Kini, pemandangan kontras mulai nampak diantara kedua sahabat itu. Sementara Bruno asyik berbaring santai. Pada akhir minggu, Pablo terus menggali saluran pipanya sampai berkeringat dan terlihat lelah. Namun Pablo tetap terus melakukan idenya itu untuk membuat saluaran pipa air.


Pada bulan-bulan awal, Pablo memang belum menunjukkan hasil apapun dari usahanya. Tampak betul bahwa pekerjaannya sangatlah berat, bahkan jauh lebih berat dari pekerjaan yang dilakukan Bruno. Selain harus tetap bekerja diakhir minggu, Pablo juga bekerja dimalam hari. Tapi Pablo selalu mengingatkan pada dirinya sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangannya yang dilakukan hari ini  Dia selalu bersenandung setiap mengayunkan cangkulnya ketanah yang mengandung batu karang. Dari satu centimeter menjadi dua centimeter, sepuluh centimeter, satu meter, dua puluh meter, seratur meter dan seterusnya.


Hari berganti Bulan dan berganti tahun, kerja keras pablo sudah mulai terlihat....

Ibarat pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Kata-kata itulah yang ditanamkan dalam dirinya setelah dia kembali ke gubuknya yang sederhana sepulang dari kerja. Tubuhnya amat lelah setelah seharian menggali saluran pipa, dia sudah memperkirakan keberhasilan yang bakal dicapainya. Pablo sangat yakin bahwa kerja kerasnya ini akan menghasilkan kekayaan yang jauh lebih besar daripada tenaga dan waktu yang sudah dia keluarkan saat ini.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun... Dan saat saat penyelesaian saluran pipa air pun semakin dekat dan nyata.


Disisi lain setiap Pablo beristirahat sejenak dari pekerjaannya, dia melihat sahabatnya Bruno yang terus saja mengangkat ember-ember. Bahu Bruno juga sudah terlihat semakin lama semakin bungkuk, tampak jelas sekali kesakitan dan kelelahan dalam tubuhnya, walaupun Bruno berusaha untuk menutupinya. Langkahnya juga semakin lama semakin lambat karena harus bekerja keras mengangkat air dengan ember setiap hari. Bruno merasa sedih dan kecewa karena merasa "ditakdirkan" untuk terus-menerus mengangkut ember setiap hari sepanjang hidupnya.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu Pablo tiba, saluran pipa yang dibangun bertahun-tahun sudah selesai dan siap mengalirkan air dari sungai ke desanya. Sekarang desa itu sudah mendapatkan pasokan air bersih dengan lancar.Bahkan penduduk desa yang sebelumnya tinggal agak jauh dari tempat itu kemudian pindah mencari tempat yang lebih dekat dengan sumber air itu.

Air itu mengalir baik dia sedang bekerja maupun tidak, bahkan saat dia makan, tidur, ataupun bermain-main. Airpun tetap mengalir diakhir minggu ketika dia sedang menikmati banyak permainan, semakin banyak air yang mengalir ke desa maka semakin banyak pula uang yang akan mengalir dikantong Pablo.


Pablo yang tadinya terkenal denga julukan Pablo si Manusia Saluran Pipa, kini menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pablo si Manusia Ajaib. Saluran pipa yang dibuat Pablo ternyata membuat Bruno kehilangan pekerjaannya. Orang di desa tidak lagi membeli air dari Bruno, mendengar keadaan tersebut Pablo sangat prihatin dengan nasib sahabatnya dan berniat ingin membantu Bruno, namun Bruno sudah sulit merubah pandangan hidupnya.